Sumber : Jawaban.com
Pada
Sabtu, 16 April 2016 pekan lalu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan bahwa kota yang dipimpinnya masuk
dalam urutan ke-enam sebagai daerah terburuk dalam hal kerukunan umat beragama.
Hal ini disampaikan di depan ribuan pemeluk agama dari dalam apel akbar Forum Kerukunan
Umat Beragama (FKUB) di Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi.
Rahmat menuturkan,
urutan itu didapat dari data yang dilaporkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) beberapa waktu lalu. Hal itu dianggap cukup memprihatinkan. “Kota Bekasi sebagai
kota terbesar keenam yang terburuk dalam hal kerukunan umat beragama,” ucap Rahmat,
seperti dilansir Tribunnews.com, Minggu (17/4).
Untuk itu,
Rahmat berencana membentuk Majelis Umat dari tingkat Kecamatan hingga Rukun
Tetangga (RT). Majelis umat adalah perwakilan dari tokoh dari masing-masing
agama yang akan mensosialisasikan tentang pentingnya toleransi umat beragama kepada setiap pemeluk agama. “Mereka bertugas mensosialisasikan dan
berinterkasi antar pemeluk agama di tiap wilayah, sehingga toleransi beragama bisa
dijunjung tinggi,” lanjutnya.
Rahmat memastikan
Majelis Umat sudah mulai bekerja sejak pertengahan tahun 2016 mendatang. Dia berharap
wadah kerukunan beragama ini mampu mengatasi persoalan dan konflik yang selama ini
dihadapi antar pemeluk agama yang berbeda.
Rencana ini mendapat
dukungan penuh dari budayawan Bekasi, Budi Santoso. Menurutnya, konflik keagamaan
yang kerap muncul di Bekasi terkait dengan keberadaan bangunan rumah ibadah
yang dinilai sering kali mengganggu antarumat beragama, bahkan memicu konflik
horizontal karena lokasinya berada di tengah komunitas yang kebanyakan menganut
agama lain.
Untuk itu, Budi berharap
agar pembentukan Majelis Umat ini sudah didasari oleh berbagai kajian. Salah
satunya pemda membuat pemetaan konflik agama berdasarkan karakteristik wilayah.
Dengan demikian, pemda akan mudah mengatasi permasalahan tersebut karena telah
mengetahui pola konflik agama yang ada.
cerminankristen.blogspot.com
0 Response to "Kerukunan Beragama di Indonesia"
Post a Comment