Sumber : BBC.com
Sebuah kelompok milisi Kristen terbentuk di irak untuk melakukan perlawanan terhadap serangan kelompok radikal ISIS. Milisi yang bernama Brigade Babylon tersebut
menyatakan bahwa mereka tidak ada pilihan lain selain angkat senjata
melawan tentara ISIS yang menyerang orang-orang Kristen di Irak.
Wartawan
BBC berkesempatan untuk mewawancarai pemimpin Brigade Babylon di kantor
pusatnya Iraq Christian Resistance yang berada di Baghdad. Saat ini ada
sekitar 30 kelompok milisi dengan berbagai latar belakang, salah
satunya adalah milisi Brigade Babylon ini. Saat ISIS menyerang Irak dan
hampir saja menguasai Baghdad pada tahun 2014 karena tentara pemerintah
tak sanggup bertahan, kelompok-kelompok milisi ini bangkit dan
mempertahankan daerahnya tanpa memandang latar belakang agama atauppun
etnis.
Pemimpin
Brigade Babylon, Rayan al-Kildani tidak mau memberitahu berapa jumlah
anggota milisinya, namun ia menyatakan mendapatkan suport dana dari
pemerintah dan mereka bukan hanya dipersenjatai dengan senapan namun
juga dengan roket ukuran sedang.
"Ini adalah perang. Anda tidak bisa bertempur hanya dengan senapan."
"Apa yang dilakukan ISIS terhadap orang Kristen sangat buruk," demikian ungkapnya. "Mereka itu setan."
Saat
ditanya apakah milisinya pernah terjun dalam pertempuran, al-Kildani
membenarkan hal itu. "Kami bertempur berdampingan dengan milisi Muslim,"
demikian ungkapnya.
"Kami adalah kekuatan Kristen pertama dalam sejarah Irak," tambahnya.
Mengenai
pandangan negatif tentang orang Kristen yang mengangkat senjata, ia
menjelaskan: "Saya tahu bahwa Alkitab mengatakan bahwa jika kamu
ditampar pipi kiri berikan pipi kananmu. Tetapi kami memiliki tentara
pertahanan yang bagus saat ini. Tidak ada siapapun yang akan bisa
melakukan sesuatu yang buruk kepada orang-orang Kristen sekarang.
Beberapa orang Kristen rumahnya dirampas. Saya telah datang secara
pribadi ke rumah-rumah itu dan meminta orang baru yang tinggal di rumah
itu untuk keluar dari sana. Penderitaan orang Kristen telah berakhir."
Saat
ditanya tentang perintah Tuhan tentang "Jangan membunuh", al-Kildani
mengatakan, "Kami harus bertempur. Kami harus mempertahankan diri kami
sendiri."
"Yesus
sendiri mengatakan kepada kita bahwa jika kamu tidak punya pedang kamu
harus keluar rumah dan membelinya," demikian tambahnya.
"Apakah Dia (Yesus-red) benar-benar mengatakan hal itu?" tanya wartawan itu.
"Itu tertulis di Alkitab," tegasnya.
"Matius," seseorang menyeletuk. "Lukas," orang lain ikut menanggapi.
Melihat
raut tidak percaya pada wajah wartawan BBC itu, al-Kildani meminta anak
buahnya untuk mencari ayatnya di Alkitab. Seorang anak muda menunjukkan
ayat Alkitab dalam bahasa Arab dari ponselnya. Tertulis Lukas 22:36, :
Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang
ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya,
demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya
hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
Ternyata
ayat ini telah lama menjadi bahan perdebatan para ahli teologia selama
ratusan tahun. Apakah yang Yesus maksud benar-benar pedang dalam bentuk
fisik, atau hal itu hanya metafora? Walau demikian al-Kildani dan
pasukannya tanpa rasa ragu menjadikan ayat tersebut sebagai dasar bahwa
mereka boleh mempersenjatai diri untuk mempertahankan diri dari serangan
kelompok ISIS.
0 Response to "Alkitab Menulis Belilah Pedang"
Post a Comment