Sumber : www.faithit.com
Di dalam artikel
‘5 Prinsip Alkitab Tentang Kencan Sehat’ disebutkan bahwa salah satu prinsip kencan
sehat adalah dengan ‘menjaga batas-batas fisik’. Akan tetapi prinsip yang satu ini
mungkin sulit diterima anak muda masa kini. Karena sebagian besar berpandangan bahwa
tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan sentuhan fisik. Sehingga banyak
dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik sebagai hal yang lumrah
dilakukan saat berpacaran. Padahal, Alkitab mengatakan bahwa pembuktian cinta bisa
dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah kesetiaan dan kepercayaan.
Namun percaya atau
tidak, di tengah budaya Barat yang begitu bebas, masih ada orang-orang yang menjunjung
tinggi prinsip ini. Contohnya adalah pasangan Maggie dan Drew yang benar-benar menjaga
kekudusan keduanya sebelum benar-benar menikah.
Maggie dan Andrew
membuktikan bahwa cinta itu memang layak untuk menunggu. Bahkan sebelum Maggie bertemu
dengan pria yang mencuri hatinya itu, dirinya sudah lama berdoa untuk sosok seperti seorang Andrew. Seperti dilansir Faithtap.com,
Maggie yang merupakan seorang Kristen memegang teguh prinsip bahwa mereka harus
benar-benar menerapkan hubungan yang sehat, terlebih dalam urusan kedekatan secara
fisik selama berpacaran.
Meski banyak orang
yang menganggap hubungan tanpa ciuman adalah hal kuno dan ketinggalan zaman,
tetapi selama lima tahun berpacaran Maggie dan Andrew mengakui tak pernah berciuman.
Mereka meyakini bahwa menjaga hubungan tanpa ciuman sebelum menikah tidak mengurangi
rasa cinta keduanya. Bagi mereka cinta suci itu memang wajib dijaga dengan penuh
kesabaran dan keikhalasan.
Hingga pada
akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan
kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada
penantian yang begitu dalam yang mereka rasa. Saat keduanya sah menjadi suami
istri, di situlah ciuman pertama membuat segalanya terasa lebih istimewa.
Awalnya mereka
memang terlihat canggung dan malu-malu, tetapi ada rasa bahagia yang tak
terkira saat itu. Keduanya membuktikan bahwa cinta memang pantas untuk menunggu
dan bahwa berpacaran tidak hanya berbicara tentang merelakan kekudusan fisik sebagai
pembuktian cinta. Tetapi bagaimana keduanya bisa saling menjaga dan menunggu hingga
waktunya tiba.
0 Response to "Cinta Memang Layak Menunggu"
Post a Comment